Rabu, 16 Agustus 2017

KOMIK ANAK | MAJALAH EMBUN DSH (DOMPET SEJUTA HARAPAN)

KOMIK ANAK | MAJALAH EMBUN DSH (DOMPET SEJUTA HARAPAN)

Ini adalah komik anak di majalah Embun DSH yang sekarang berganti nama menjadi majalah Orange.

Menjadi Tim Redaksi bersama bu Yunita Rokhmah mbak Nurul dkk memberikan banyak ilmu tentang dunia media. Sangat bermanfaat buat saya yang baru tahap belajar menulis dari nol.

Terimakasih untuk mbak nita yang memberi kesempatan kepada saya untuk belajar.

Kamis, 10 Agustus 2017

MENJADI BINTANG | PROGRAM PEMBIASAAN ANAK PAUD

             
        
   


                  MENJADI BINTANG

Rapat guru dimulai, membahas KBM dan evaluasi program kelas. Setelah Ibu Kepala Sekolah memberikan pengantar dan arahan beberapa saat, biasanya setiap guru akan berkelompok sesuai jenjang siswa yang diampunya. Guru kelas playgroup rapat membentuk kelompok dengan guru kelas playgroup, begitu pula dengan guru kelas A dengan guru kelas A dan guru kelas B rapat dengan guru kelas B.

Kebetulan saya diamanahi memegang kelas B maka saya ikut rapat bersama rekan-rekan guru kelas B. Beberapa saat setelah kita membahas RKH (Rencana Kegiatan Harian)atau program KBM untuk pekan depan selesai kita menyepakati untuk evaluasi kelas dan membahas program kelas.
“Ada kendala apa anak-anak di kelas?” “Konsentrasi rendah, manja, beberapa belum mandiri......” “Di rumah suka marah-marah, gak pernah sholat subuh” “Sehari-hari main game ber jam-jam ketika ditinggal orangtuanya bekerja” “kalau menginginkan sesuatu minta dengan teriak-teriak....dst”  tanya jawab  seputar kondisi kelas masing-masing berlangsung. Kebetulan di sekolah kami untuk  jenjang kelas B  ada 4 kelas.

Sebagai sekoah IT(Islam Terpadu) kami ingin semaksimal mungkin berupaya untuk membentuk karakter positif  siswa didik kami. Meski kami akui tidak mudah tapi dengan melibatkan orangtua wali untuk aktif bekerjasama dengan pihak sekolah kami yakini akan membawa dampak yang lebih baik. 
Rapat hari itu dapat kami simpulkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan program  pembiasaan. Program pembiasaan itu kami olah menjadi program “Menjadi Bintang”. “Menjadi Bintang” ini kadang kami akrab menyebutnya dengan program usbuk. Setiap 2 pekan sekali kami menetapkan tema yang akan diangkat.
Tema yang diambil diprioritaskan pada masalah yang mayoritas terjadi di kelas atau kebutuhan kelas yang paling mendesak.

Karena kebutuhan masing-masing kelas berbeda sehingga tema yang diangkat juga berbeda, pelaksanaan program Usbuk ini dalam pelaksanaannya menjadi otoritas kelas. “Jeng menurutmu usbuk untuk kelas kita yang perdana mau mengambil tema apa?” tanyaku kepada Bu Rahma yang saat itu menjadi patner kelasku.  “kayaknya kelas kita lebih ke kemandirian deh bu” jawabnya. ,
Kami berdua pun segera berbagi tugas setelah pembicaraan tema usbuk kelas kami selesai dibahas. “Konsep jenengan yang bikin ya bu... nanti saya bantu ngetiknya”. Kata bu Rahma menawarkan diri. “Baiklah nanti kita sampaikan juga di POMG (Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru) kelas” jawabku.

Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulillah bapak/ibu ananda sudah tambah baik belajarnya di sekolah, ananda sudah kelihatan lebih ceria dan bermain riang bersama teman-temannya. Oh ya program usbuk yang kemarin pernah kita sampaikan saat POMG akan segera kita realisasikan.
Untuk edisi perdana kita saat ini kelas kita akan mengambil tema “Aku Bisa Mandiri Lho.....”. Bu guru berharap  Bapak/Ibu bisa mendampingi dan memantau kemandirian ananda di rumah. Jika pada tanggal tersebut ananda bisa melakukan aktifitas/kegiatan seperti pada kolom secara mandiri, mohon bapak/ibu memberikan tanda         pada kolom yang telah tersedia.
Oh ya Bapak/ ibu untuk tema “Aku Bisa Mandiri Lho....”juga akan diadakan penilaian di sekolah. Bu guru akan memberikan tanda        kepada ananda yang hari itu di sekolah merapikan dan membersihkan lokernya, mengerjakan tugas sendiri saat belajar dan yang merapikan sepatunya sendiri di rak sepatu.
Yang terakhir bu guru mengucapkan Jazakumullah atas kerjasama dan partisipasi Bapak/ ibu sekalian.
Wasssalamu’alaikum wr.wb
                 “Aku Bisa Mandiri Lho.....        “
 
Kegiatan/tanggal
Mandi sendiri
Makan sendiri
Pakai sepatu sendiri
Merapikan tempat tidur
               
                                                                                                                     Kami yang jujur
                                                                                                                                    ttd
                                                                                                                       Orangtua wali
Keterangan/Komentar/Masukan wali:




NB: Mohon buku penghubung dikembalikan pada tanggal 16 kepada bu guru kelas     

   
Perangkat sudah tersedia segera  diperbanyak dan ditempel ke buku penghubung. Masing-masing anak dibagikan buku penghubung satu atau dua hari sebelum pelaksanaan usbuk.
Sebelumnya kita sudah mengkondisikan sedemikian rupa agar anak-anak nyambung dengan tema usbuk. Bu guru kelas sudah memberikan gambaran anak-anak yang mandiri, kenapa mereka harus mandiri dll. Harapannya anak-anak semakin termotivasi untuk lebih mandiri, dimulai dengan 10 hari usbuk dan bu guru berharap kemandirian itu bisa menjadi kebiasaan yang kemudian menjadi karakter mereka.

Buku penghubung pun siap dibagikan saat pulang sekolah, sebelumnya bu guru kelas menyampaikan kepada anak-anak tentang isi buku penghubung tersebut. Anak-anak mendengarkan dengan seksama. Semua anak telah mendapatkan buku penghubungnya di dalamnya berisi tentang pesan dan harapan dari bu guru agar mereka berubah menjadi anak yang mandiri kedepannya.

Tanggal 6 pagi di kelas “Anak-anak hari ini pasword kita....Aku anak mandiri” kata bu guru setelah selesai memberi salam. Bu guru menyebut nama anak-anak dikelas satu persatu....yang di panggil namanya akan menjawab “Aku anak mandiri” sambil mengangkat tangan dengan suara yang lantang. Begitu pula dengan hari-hari berikutnya.

Tahukah kalian nak kenapa bu guru setiap pagi membuat pasword sebelum apel pagi di mulai? “Aku anak mandiri” adalah sebuah afirmasi positif bagi jiwa kalian. 

Semakin kata itu sering diucapkan maka lama kelamaan kata itu akan terinternalisasi ke dalam jiwa kalian. Bu guru berharap kalian akan bersikap dan berperilaku sebagaimana anak-anak yang mandiri seperti yang kalian ucapkan. Walaupun bu guru tahu kalian sedang berproses ke sana.

Apel pagi sudah selesai anak-anak akan ditulis namanya di papan tulis dengan berbekal spidol ditangan bu guru akan bertanya kepada masing masing anak yang telah ditulis namanya. “Anak-anak hari ini bu guru akan bertanya kepada kalian, bu guru berharap kalian jujur ya.....Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat bu guru tidak tahu kalau ternyata anak-anak tidak jujur. Tapi bu guru yakin kalian semua anak-anak yang jujur” begitu prolog yang biasa kami sampaikan ke anak.

“Mbak Ela apa hari ini mbak ela Mandi sendiri?” jika jawabnya iya maka bu guru akan menggambar bintang disamping nama ela. Jika Ela menjawab “Tidak” maka Ela tidak mendapat gambar bintang di samping namanya. Apa hari ini pakai baju sendiri?, Apa memakai sepatu sendiri?...dst.  begitu sampai semua nama anak terpanggil.
Pagi hari tanggal 7 bu guru kembali menanyakan ke masing-masing anak apa mereka tadi pagi mandi sendiri, pakai baju sendiri, memakai sepatu sendiri, makan sendiri....dst. dari sana akan kelihatan anak-anak yang apabila belum menunjukkan perkembangan biasanya kita motivasi lagi. Misal kemarin Ela belum makan sendiri maka bu guru akan bertanya “Kenapa mbak Ela belum makan sendiri? Biasanya anak akan menjawab atau tersenyum malu. Setelah ada jawaban dari Ela maka bu guru akan berkata “Maaf mbak ela karena hari ini tadi mbak Ela belum makan sendiri maka hari ini mbak Ela belum dapat bintang lagi...tapi ditunggu ya besuk mbak Ela berusaha makan sendiri ya...dst.”
Begitulah sampai hari ke-10 di sekolah bu guru terus memantau dan mengingatkan tentang program kemandirian ini ke anak-anak. 
 
Tanggal 16 pagi anak-anak akan membawa buku penghubung mereka.
Tak sabar rasanya ingin melihat respon wali mendampingi anak-anak mereka. Rata-rata wali mengapresiasi positif program usbuk ini. Bahkan tidak sedikit yang memberikan ide yang kadang tak sempat terpikirkan oleh bu guru. Tak sedikit pula yang pesan tema untuk anak mereka.

Begitulah setelah di evaluasi jalannya program usbuk yang pertama bu guru akan melanjutkan program usbuk kelas dengan tema yang berbeda. Tema yang diangkat sesuai kebutuhan kelas, untuk melatih pembiasaan anak beribadah kita mengangkat tema “Aku Rajin Sholat”, saat anak-anak berlama-lama main game dan nonton TV kita mengangkat tema “Aku Anak Hebat”_bisa menahan diri untuk tidak nonton TV/Main game lebih dari dua jam pada hari itu.

Program usbuk ini memberikan cukup banyak bahan bu guru untuk lebih mengenal anak-anak. Lewat program ini kami jadi bisa tahu dan melihat langsung karakter anak yang beraneka ragam. Ada anak-anak yang jujur, ada yang mengerjakan sesuatu dengan penuh kesungguhan, ada yang pantang menyerah, ada yang bertanggung jawab, ada yang sportif.

Hmmm Subhanallah tersimpan sebuah doa semoga apa yang telah bu guru sematkan “sebuah tulisan” di piala kecil yang kalian bawa saat wisuda kemarin adalah karakter-karakter para pemimpin negeri ini di masa yang akan datang. Dan itu adalah kalian wahai anandaku....


Rofi’ begitu orang akrab memanggilku yang punya nama panjang Rafiatul Khoiriyah, S.Si, anak pertama dari 5 bersaudara.  Lahir dari keluarga sederhana di kota Klaten 35 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 28 Februari 1982. Tahun 2000 Lulus dari SMU Muhammadiyah I Klaten dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Fisika di Fakultas MIPA. Bekerja di TKIT Mutiara Hati sejak tahun 2005 sampai sekarang. Menikah dengan Janu Kurniawan, SE dikaruniai 5 anak yang sholeh dan sholehah. Menyukai buku dan training. Dunia pendidikan  menjadi daya tertarik tersendiri dan ingin lebih bisa mendalaminya sehingga bisa berkarya dan mengembangkannya.