Senin, 30 April 2018

Motivasi Menulis

Kita bisa saja memberikan seribu alasan untuk tidak menulis. Kalimat sederhana dari mbak Dini DK Wardhani saat membuka acara workshop di Hotel Kusuma Jogja selalu saya ingat.
"Alas itu ombo"
Dan
"Alasan itu luwih ombo"

Plak...
He he
Anaknya banyak. Capek. Nggak ada waktu. Nggak punya lepi......ternyata kalau mau menuliskan alasan bisa jadi satu buku ha ha saking panjang dan pandainya kita eh saya ini mencari alasan untuk tidak menulis.
Kuncinya adalah niat. Niat kita kurang kuat mewujudkan cita-cita. 
Sehingga kita eh saya bersembunyi di balik alasan yang ombo tadi :-)

Terimakasih mbak Dini dan ananda Keni ilmunya luar biasa. Semoga barokah. Menjadi amal jariyah. Kami yang jadi peserta juga bisa mengaplikasikan ilmu yang kami dapat. Bisa memberi sedikit kontribusi untuk kemajuan literasi Indonesia. Khususnya yang menjadi target saya literasi anak usia dini.
Sengaja membuat catatan ini untuk mengingatkan diri.
Bismillah

Minggu, 05 November 2017

MENGOKOHKAN DUA BUDAYA UNTUK PERANGI HOAX

MENGOKOHKAN DUA BUDAYA UNTUK PERANGI HOAX

Rafiatul Khoiriyah, S.Si

Sejak pagi seorang ibu muda sudah berjibaku dengan aktifitas pagi yang padat merayap. Karena ibu muda ini ingin memastikan aktifitas paginya bisa berjalan dengan baik termasuk menyiapkan bekal dan sarapan dan segala sesuatu yang harus dibawa putra kesayangannya ke sekolah.


Semua sudah siap. Karena suaminya kerja di luar kota otomatis antar jemput buah hatinya dilakukan semua oleh ibu muda ini. Berangkatlah ibu muda ini ke sekolah anaknya. Setelah sampai di sekolah ibu muda ini segera melanjutkan laju motornya menuju tempat kerja di salah satu badan pemerintahan kota.


Apel pagi dilanjut membereskan administrasi dan lain-lain menenggelamkan ibu muda ini dalam kesibukannya. Hari beranjak siang Handphone  ibu muda tersebut berdering. Ada pesan singkat yang masuk memberitahukan bahwa putranya di sekolah kecelakaan patah tulang dan harus segera operasi. Ibu di mohon segera datang ke Rumah Sakit A. usai membaca pesan tersebut tiba-tiba wajah ibu itu tampak pucat. Gemetar ibu muda itu terbata-bata menyampaikan kepada rekan kerjanya kalau buah hatinya kecelakaan di sekolah dan harus segera dioperasi. Tanpa pikir panjang Ibu tersebut bergegas menuju Rumah Sakit A dengan perasan tegang dan panik. 


Masih dengan perasaan dan wajah tegang  ibu muda  tersebut hilir mudik di rumah sakit mencari tahu dimana anaknya berada namun tidak kunjung ketemu. Bertanya di UGD anaknya tidak ketemu, mencoba Tanya ke perawat tapi hasilnya nihil.  Mencoba menelpon nomor yang mengabarkan tadi juga tidak ada respon.


Perasan Si Ibu semakin tidak tenang, panik dan khawatir juga bingung menjadi satu. Akhirnya rekan kerja dari Ibu tersebut menyarankan untuk menelpon ustadzah di sekolahnya. Singkat cerita ibu muda ini mendapat kabar dari ustadzahnya bahwa putranya dalam kondisi baik-baik saja. Namun, ibu tersebut belum percaya jika belum bertemu langsung dengan putranya. Maka bersegera si Ibu berangkat menuju ke sekolah putranya. Dan benarlah bahwa putranya dalam kondisi baik sehat sedang bermain dengan teman-temannya. Campur aduk perasaan si Ibu sambil memeluk anaknya dan tangisan yang tertahan akhirnya keluar juga.


Bagaimana kalau kita di posisi Ibu muda tersebut? Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah nyata di atas? Ibu muda ini adalah korban dari berita hoax. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , ‘hoax’ adalah ‘berita bohong’. Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’  didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.


Kemudahan akses teknologi dan berkembangnya internet memberikan kemudahan akses berita dan informasi apapun. Baik itu berita positif atau negative. Berita itu bisa berupa pesan atau berita yang disampaikan lewat sebuah portal yang belum resmi atau pesan yang masuk lewat inbox atau pesan yang masuk dari satu chating ke chating lain dalam grup whatsap atau facebook surat kabar dan seterusnya. 


Bahaya Hoax


Berita hoax bisa memasuki seluruh lini kehidupan manusia. Termasuk di dalam dunia pendidikan. Sebagai motor penggerak dalam dunia pendidikan guru bertugas pada garda paling depan untuk melawan berita hoax ini. Karena tidak hanya personal saja yang bisa menjadi korbannya. Bahkan dalam lingkup yang lebih luas berita hoax bisa menjadi sumber fitnah bisa merugikan kelompok, instansi dan yang paling  membahayakan bisa mengganggu keutuhan bangsa ini.


Mari Kenali Hoax

Hati-hati dengan Judul yang provokatif

Aggaran dana pendidikan, proses pengajuan dan pencairan kesejahteraan guru dan berbagai kebijakan lain tentang kesejahteraan guru menjadi ladang empuk untuk membuat berita hoax. Mencerna dan memahami konten berita dan mengedepankan akal sehat menjadi kunci utama. Biasakan juga untuk memilih berita dari sumber terpercaya. Membiasakan diri untuak membaca berita sampai tuntas. Melakukan analisa apakah berita itu benar. Dan melakukan pertimbangan apakah berita itu bisa kita share kepada oranglain juga perlu kita latih dan biasakan.

Periksa Fakta

Saat menerima kabar atau berita apapun hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat sejumlah daftar pertanyaan.  Diantara pertanyaan yang harus kita temukan jawabannya adalah:  darimana berita ini berasal? Apakah dari orang yang kita kenal? Apakah dari institusi resmi? Apakah Isinya benar? Apakah Isinya baik? Dan seterusnya.
Mengedepankan sikap kritis dalam menerima informasi menjadi kunci penting. Apalagi kita sebagai pendidik. Jangan langsung percaya dan langsung meneruskan berita atau pesan yang kita sendiri tidak memahaminya atau mengetahui kebenaran itu secara pasti.


Lakukan Edukasi Kepada  Siswa, Keluarga, Kolega Untuk Memerangi Hoax
Membangun Budaya Tabayun atau Klarifikasi


Membangun budaya Tabayun atau Klarifikasi kepada pihak terkait adalah cara yang paling baik untuk mengetahui kebenaran suatu berita. Di sini siswa juga kita arahkan untuk selalu mencari sumber informasi yang terpercaya.Dalam contoh kasus di atas ketika Si Ibu langsung klarifikasi ke pihak sekolah barangkali beliau tidak akan sampai membuang waktunya untuk pergi ke Rumah Sakit dan seterusnya.


Di PAUD kita bisa memulai dari hal kecil. Ketika ada dua anak yang berselisih ada yang menangis, si B yang menangis melaporkan kepada gurunya bahwa dirinya telah dinakali Si A. Yang dilakukan guru adalah tabayun atau klarifikasi.  Si A dan Si B dipertemukan ditanya satu-satu kronologi dan alasannya kenapa berbuat demikian? Kalau sudah selesai guru memberikan  arahan agar masalahnya selesai dengan baik.


Budaya tabayun atau klarifikasi ini bisa menjadi pendidikan karakter bagi siswa. Bertanggungjawab dengan informasi yang disampaikan dan bertanggungjawab dengan apa yang dilakukan.


Budaya Tabayun atau Klarifikasi dapat berjalan baik saat pihak sekolah dan orangtua siswa mempunyai hubungan yang harmonis. Saling percaya dan saling membantu. Peran orangtua dan keluarga sangat menentukan untuk keberhasilan memerangi hoax ini.


Membangun Budaya Literasi Di Sekolah
Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mengedukasi siswa agar tidak mudah percaya dengan berita hoax adalah dengan membangun budaya tulis menulis dan membaca. Anak yang banyak membaca diharapkan akan mampu mengaitkan apa yang dibacanya dan berlatih menganalisa sebuah berita.
Hoax adalah berita bohong yang tidak bisa dipertangungjawabkan kebenarannya.pelakunya mempunyai tujuan jahat.  Sebagai pendidik kita harus waspada dan antisipasif. Sebagai pendidik kita harus kritis dan tepat dalam  menyikapinya. Jangan sampai terjebak ikut menyebarkan berita yang kita sendiri tidak tahu kebenarannya. Mengokohkan dua budaya yaitu budaya tabayun atau klarifikasi dan budaya Literasi diharapkan mampu memerangi hoax yang meresahkan masyarakat.


#antihoax
#pgrijateng
 

Selasa, 26 September 2017

BULAN BAHASA 2017

Lomba Menulis Puisi “Bulan Bahasa 2017” di UGM

Tema yang diangkat dalam lomba adalah Bebas. 
Syarat dan Ketenuan Lomba Menulis Puisi “Bulan Bahasa 2017” di UGM

Lomba Puisi ini terbuka bagai masyarakat Umum, baik mahasiswa, pelajar, ataupun yang sudah terbiasa membuat puisi

Pendaftaran dalam event ini dibuka tanggal 24 Juni 2017 yang terkhir pengirimannya adalah tanggal 20 Oktober 2017 

Puisi adalah karya sendiri

No plagiat

No sara

 Tema puisi yang diajukan adalah bebas

Peserta dalam lomba ini hanya diperbolehkan untuk mengirim lebih dari satu puisi

Biaya pendaftaran dalam lomba adalah Rp 35.000 per naskah.

Ketentuan selanjutnya silahkan bisa buka pada halaman

Cipta Puisi

Keputusan dewan juri tidak dapat dianggu gugat

Hadiah Lomba Menulis Puisi “Bulan Bahasa 2017” di UGM 

Bagi juara I akan mendapatkan uang tunai Rp 2.000.000 + Plakat Penghargaan + Piagam Pemenang.

Bagi juara II Rp 1.500.000 + Plakat Penghargaan + Piagam Pemenang.

Bagi juara III Rp 1.000.000 + Plakat Penghargaan + Piagam Pemenang.

Bagi juara IV-X Hadiah Khusus + Piagam Pemenang.

Bagi Lima pemenang tambahan mendapatkan “E- Piagam Pemenang” sebagai lima naskah favorit.

Selain mendapatkan hadiah di atas, dalam Lomba Menulis Puisi “Bulan Bahasa 2017” di UGM ini Naskah terbaik akan diterbitkan dalam buku antologi pemenang dan selain itu juga seluruh peserta mendapatkan E-Piagam Penghargaan. Anda berminat bisa langsung menghubungi media sosial sebagai berikut;

LINE: @JGG7917F

Facebook: Bulan Bahasa UGM

Instagram: @bulanbahasaugm

Twitter: @BulanBahasaUGM

YouTube: KMSI UGM

Rabu, 16 Agustus 2017

KOMIK ANAK | MAJALAH EMBUN DSH (DOMPET SEJUTA HARAPAN)

KOMIK ANAK | MAJALAH EMBUN DSH (DOMPET SEJUTA HARAPAN)

Ini adalah komik anak di majalah Embun DSH yang sekarang berganti nama menjadi majalah Orange.

Menjadi Tim Redaksi bersama bu Yunita Rokhmah mbak Nurul dkk memberikan banyak ilmu tentang dunia media. Sangat bermanfaat buat saya yang baru tahap belajar menulis dari nol.

Terimakasih untuk mbak nita yang memberi kesempatan kepada saya untuk belajar.

Kamis, 10 Agustus 2017

MENJADI BINTANG | PROGRAM PEMBIASAAN ANAK PAUD

             
        
   


                  MENJADI BINTANG

Rapat guru dimulai, membahas KBM dan evaluasi program kelas. Setelah Ibu Kepala Sekolah memberikan pengantar dan arahan beberapa saat, biasanya setiap guru akan berkelompok sesuai jenjang siswa yang diampunya. Guru kelas playgroup rapat membentuk kelompok dengan guru kelas playgroup, begitu pula dengan guru kelas A dengan guru kelas A dan guru kelas B rapat dengan guru kelas B.

Kebetulan saya diamanahi memegang kelas B maka saya ikut rapat bersama rekan-rekan guru kelas B. Beberapa saat setelah kita membahas RKH (Rencana Kegiatan Harian)atau program KBM untuk pekan depan selesai kita menyepakati untuk evaluasi kelas dan membahas program kelas.
“Ada kendala apa anak-anak di kelas?” “Konsentrasi rendah, manja, beberapa belum mandiri......” “Di rumah suka marah-marah, gak pernah sholat subuh” “Sehari-hari main game ber jam-jam ketika ditinggal orangtuanya bekerja” “kalau menginginkan sesuatu minta dengan teriak-teriak....dst”  tanya jawab  seputar kondisi kelas masing-masing berlangsung. Kebetulan di sekolah kami untuk  jenjang kelas B  ada 4 kelas.

Sebagai sekoah IT(Islam Terpadu) kami ingin semaksimal mungkin berupaya untuk membentuk karakter positif  siswa didik kami. Meski kami akui tidak mudah tapi dengan melibatkan orangtua wali untuk aktif bekerjasama dengan pihak sekolah kami yakini akan membawa dampak yang lebih baik. 
Rapat hari itu dapat kami simpulkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan program  pembiasaan. Program pembiasaan itu kami olah menjadi program “Menjadi Bintang”. “Menjadi Bintang” ini kadang kami akrab menyebutnya dengan program usbuk. Setiap 2 pekan sekali kami menetapkan tema yang akan diangkat.
Tema yang diambil diprioritaskan pada masalah yang mayoritas terjadi di kelas atau kebutuhan kelas yang paling mendesak.

Karena kebutuhan masing-masing kelas berbeda sehingga tema yang diangkat juga berbeda, pelaksanaan program Usbuk ini dalam pelaksanaannya menjadi otoritas kelas. “Jeng menurutmu usbuk untuk kelas kita yang perdana mau mengambil tema apa?” tanyaku kepada Bu Rahma yang saat itu menjadi patner kelasku.  “kayaknya kelas kita lebih ke kemandirian deh bu” jawabnya. ,
Kami berdua pun segera berbagi tugas setelah pembicaraan tema usbuk kelas kami selesai dibahas. “Konsep jenengan yang bikin ya bu... nanti saya bantu ngetiknya”. Kata bu Rahma menawarkan diri. “Baiklah nanti kita sampaikan juga di POMG (Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru) kelas” jawabku.

Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulillah bapak/ibu ananda sudah tambah baik belajarnya di sekolah, ananda sudah kelihatan lebih ceria dan bermain riang bersama teman-temannya. Oh ya program usbuk yang kemarin pernah kita sampaikan saat POMG akan segera kita realisasikan.
Untuk edisi perdana kita saat ini kelas kita akan mengambil tema “Aku Bisa Mandiri Lho.....”. Bu guru berharap  Bapak/Ibu bisa mendampingi dan memantau kemandirian ananda di rumah. Jika pada tanggal tersebut ananda bisa melakukan aktifitas/kegiatan seperti pada kolom secara mandiri, mohon bapak/ibu memberikan tanda         pada kolom yang telah tersedia.
Oh ya Bapak/ ibu untuk tema “Aku Bisa Mandiri Lho....”juga akan diadakan penilaian di sekolah. Bu guru akan memberikan tanda        kepada ananda yang hari itu di sekolah merapikan dan membersihkan lokernya, mengerjakan tugas sendiri saat belajar dan yang merapikan sepatunya sendiri di rak sepatu.
Yang terakhir bu guru mengucapkan Jazakumullah atas kerjasama dan partisipasi Bapak/ ibu sekalian.
Wasssalamu’alaikum wr.wb
                 “Aku Bisa Mandiri Lho.....        “
 
Kegiatan/tanggal
Mandi sendiri
Makan sendiri
Pakai sepatu sendiri
Merapikan tempat tidur
               
                                                                                                                     Kami yang jujur
                                                                                                                                    ttd
                                                                                                                       Orangtua wali
Keterangan/Komentar/Masukan wali:




NB: Mohon buku penghubung dikembalikan pada tanggal 16 kepada bu guru kelas     

   
Perangkat sudah tersedia segera  diperbanyak dan ditempel ke buku penghubung. Masing-masing anak dibagikan buku penghubung satu atau dua hari sebelum pelaksanaan usbuk.
Sebelumnya kita sudah mengkondisikan sedemikian rupa agar anak-anak nyambung dengan tema usbuk. Bu guru kelas sudah memberikan gambaran anak-anak yang mandiri, kenapa mereka harus mandiri dll. Harapannya anak-anak semakin termotivasi untuk lebih mandiri, dimulai dengan 10 hari usbuk dan bu guru berharap kemandirian itu bisa menjadi kebiasaan yang kemudian menjadi karakter mereka.

Buku penghubung pun siap dibagikan saat pulang sekolah, sebelumnya bu guru kelas menyampaikan kepada anak-anak tentang isi buku penghubung tersebut. Anak-anak mendengarkan dengan seksama. Semua anak telah mendapatkan buku penghubungnya di dalamnya berisi tentang pesan dan harapan dari bu guru agar mereka berubah menjadi anak yang mandiri kedepannya.

Tanggal 6 pagi di kelas “Anak-anak hari ini pasword kita....Aku anak mandiri” kata bu guru setelah selesai memberi salam. Bu guru menyebut nama anak-anak dikelas satu persatu....yang di panggil namanya akan menjawab “Aku anak mandiri” sambil mengangkat tangan dengan suara yang lantang. Begitu pula dengan hari-hari berikutnya.

Tahukah kalian nak kenapa bu guru setiap pagi membuat pasword sebelum apel pagi di mulai? “Aku anak mandiri” adalah sebuah afirmasi positif bagi jiwa kalian. 

Semakin kata itu sering diucapkan maka lama kelamaan kata itu akan terinternalisasi ke dalam jiwa kalian. Bu guru berharap kalian akan bersikap dan berperilaku sebagaimana anak-anak yang mandiri seperti yang kalian ucapkan. Walaupun bu guru tahu kalian sedang berproses ke sana.

Apel pagi sudah selesai anak-anak akan ditulis namanya di papan tulis dengan berbekal spidol ditangan bu guru akan bertanya kepada masing masing anak yang telah ditulis namanya. “Anak-anak hari ini bu guru akan bertanya kepada kalian, bu guru berharap kalian jujur ya.....Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat bu guru tidak tahu kalau ternyata anak-anak tidak jujur. Tapi bu guru yakin kalian semua anak-anak yang jujur” begitu prolog yang biasa kami sampaikan ke anak.

“Mbak Ela apa hari ini mbak ela Mandi sendiri?” jika jawabnya iya maka bu guru akan menggambar bintang disamping nama ela. Jika Ela menjawab “Tidak” maka Ela tidak mendapat gambar bintang di samping namanya. Apa hari ini pakai baju sendiri?, Apa memakai sepatu sendiri?...dst.  begitu sampai semua nama anak terpanggil.
Pagi hari tanggal 7 bu guru kembali menanyakan ke masing-masing anak apa mereka tadi pagi mandi sendiri, pakai baju sendiri, memakai sepatu sendiri, makan sendiri....dst. dari sana akan kelihatan anak-anak yang apabila belum menunjukkan perkembangan biasanya kita motivasi lagi. Misal kemarin Ela belum makan sendiri maka bu guru akan bertanya “Kenapa mbak Ela belum makan sendiri? Biasanya anak akan menjawab atau tersenyum malu. Setelah ada jawaban dari Ela maka bu guru akan berkata “Maaf mbak ela karena hari ini tadi mbak Ela belum makan sendiri maka hari ini mbak Ela belum dapat bintang lagi...tapi ditunggu ya besuk mbak Ela berusaha makan sendiri ya...dst.”
Begitulah sampai hari ke-10 di sekolah bu guru terus memantau dan mengingatkan tentang program kemandirian ini ke anak-anak. 
 
Tanggal 16 pagi anak-anak akan membawa buku penghubung mereka.
Tak sabar rasanya ingin melihat respon wali mendampingi anak-anak mereka. Rata-rata wali mengapresiasi positif program usbuk ini. Bahkan tidak sedikit yang memberikan ide yang kadang tak sempat terpikirkan oleh bu guru. Tak sedikit pula yang pesan tema untuk anak mereka.

Begitulah setelah di evaluasi jalannya program usbuk yang pertama bu guru akan melanjutkan program usbuk kelas dengan tema yang berbeda. Tema yang diangkat sesuai kebutuhan kelas, untuk melatih pembiasaan anak beribadah kita mengangkat tema “Aku Rajin Sholat”, saat anak-anak berlama-lama main game dan nonton TV kita mengangkat tema “Aku Anak Hebat”_bisa menahan diri untuk tidak nonton TV/Main game lebih dari dua jam pada hari itu.

Program usbuk ini memberikan cukup banyak bahan bu guru untuk lebih mengenal anak-anak. Lewat program ini kami jadi bisa tahu dan melihat langsung karakter anak yang beraneka ragam. Ada anak-anak yang jujur, ada yang mengerjakan sesuatu dengan penuh kesungguhan, ada yang pantang menyerah, ada yang bertanggung jawab, ada yang sportif.

Hmmm Subhanallah tersimpan sebuah doa semoga apa yang telah bu guru sematkan “sebuah tulisan” di piala kecil yang kalian bawa saat wisuda kemarin adalah karakter-karakter para pemimpin negeri ini di masa yang akan datang. Dan itu adalah kalian wahai anandaku....


Rofi’ begitu orang akrab memanggilku yang punya nama panjang Rafiatul Khoiriyah, S.Si, anak pertama dari 5 bersaudara.  Lahir dari keluarga sederhana di kota Klaten 35 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 28 Februari 1982. Tahun 2000 Lulus dari SMU Muhammadiyah I Klaten dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Fisika di Fakultas MIPA. Bekerja di TKIT Mutiara Hati sejak tahun 2005 sampai sekarang. Menikah dengan Janu Kurniawan, SE dikaruniai 5 anak yang sholeh dan sholehah. Menyukai buku dan training. Dunia pendidikan  menjadi daya tertarik tersendiri dan ingin lebih bisa mendalaminya sehingga bisa berkarya dan mengembangkannya.

Senin, 31 Juli 2017

Alat Peraga Edukatif PAUD | JUARA 3 JSIT PROPINSI JAWA TENGAH TH. 2016

ALAT PERAGA EDUKATIF (APE) UNTUK  PEMBELAJARAN DI PAUD






KUCINGKU BERNAMA COCO | KAWANKU | KEDAULATAN RAKYAT



KUCINGKU BERNAMA COCO



Tulisan ini karya mbak Kaylla Ratna Dewati Tkit Mutiara Hati Taman 2

PERJALANANKU KE MADIUN | KAWANKU | KEDAULATAN RAKYAT

PERJALANANKU KE MADIUN


Ini Tulisan karya mbak Fani murid di TKIT Mutiara Hati Taman 2 

Keliling Angkasa| Majalah Cilukba Junior


KELILING ANGKASA


Karya Mas Qowwam di Majalah Cilukba Junior 


Mengirim Surat | Majalah Cilukba


MENGIRIM SURAT



Tulisan kak Mufid di Majalah Cilukba 

Sabtu, 29 Juli 2017

Lomba Penulisan Naskah Cerita Tahun 2017

Lomba Penulisan Naskah Cerita Tahun 2017

Direktorat Pembinaan PAUD Mengadakan Lomba Penulisan Naskah Cerita Untuk Anak Usia Dini Tahun 2017.

Pedoman dan Formulir Lomba dapat di Unduh melalui tautan:

Unduh File

Lomba Konten Kanal PAUD Th. 2017

Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017  Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017 Direktorat PAUD kembali mengadakan Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017 dengan 2 lomba yang diadakan yaitu: Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam Format E-Book Lomba Membuat Permainan Mendidik Pedoman dan Formulir Pendaftaran lomba dapat di unduh melalui tautan: 




Lomba Konten Kanal PAUD 2017 Berhadiah 71,5 Juta Rupiah

Info Lomba Agustus 2017 

 Lomba Permainan Mendidik dan Lomba Buku Cerita Anak ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan Agustus 2017. Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017 adalah Lomba Edu Game atau Permainan Mendidik dan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak yang bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pengisian laman Anggun PAUD. Melalui Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017 ini diharapkan dapat memperkaya konten muatan laman Anggun PAUD agar dapat menjadi rujukan dan referensi bagi para guru PAUD.

DEADLINE: 25 Agustus 2017

Direktorat Pembinaan PAUD, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pengisian laman Anggun PAUD sesuai dengan minatnya dengan memperhatikan kebutuhan pendidik dan anak didik PAUD. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya konten muatan laman Anggun PAUD agar lebih mampu dan layak untuk dijadikan sebagai rujukan atau referensi bagi guru PAUD dalam mengelola kegiatan bersama anak. Lomba terdiri dari 2 jenis lomba, yakni:

1. Lomba Permainan Mendidik (Edu Game)

Fokus pada pengembangan aspek Kognitif, Motorik, Seni, Bahasa, dan Pengembangan Karakter.
Aplikasi permainan dibuat dengan format HTML5
Menitik beratkan pada kemampuan secara teknis untuk membuat aplikasi game melalui penyusunan karakter, background, strategi permainan, sehingga game tersebut mampu berinteraksi dengan user-nya.
Dilengkapi dengan dokumentasi / instruksi cara menggunakan aplikasi game tersebut.
Permainan harus dapat dimainkan setidaknya di dua browser: Firefox dan Chrome. Dan harus dapat berjalan dengan baik, jika terjadi error otomatis menjadi gugur.
Wajib mengirimkan hasil karya sendiri (orisinal) dan belum pernah dipublikasikan.
Game dipublikasikan dan digunakan oleh sasaran anak usia 4-6 tahun.
Kompetisi terbuka untuk umum, dapat diikuti terbuka kecuali staff Direktorat Pembinaan PAUD.


2. Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book

Fokus pada pengembangan Karakter, Budaya, dan Patriotik.
Minimal 10 halaman dengan pewarnaan penuh
Ukuran huruf, kosa kata,dan jumlah kalimat per halaman disesuaikan dengan usia sasaran (4-6 tahun)
Penokohan dapat manusia atau lainnya (binatang atau tokoh imajiner)
Buku cerita dibuat dalam format flip book
Ukuran per halaman A4
Kompetisi terbuka untuk umum, dapat diikuti terbuka kecuali staff Direktorat Pembinaan PAUD.
Ketentuan Umum:

Peserta terbuka untuk para Pendidik PAUD, Pengelola PAUD, dan Praktisi PAUD.
Mengisi Formulir Pendaftaran (Lampiran 1)
Naskah/ produk Orisinalitas mutlak dan tidak pernah dimuat di media lainnya.
Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
Sasaran pengguna adalah anak usia 4-6 tahun dengan bimbingan orang tua dan guru.
Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam jenis (kategori) yang sama atau berbeda.
Semua naskah atau produk dikirim langsung ke Subdirektorat Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan PAUD, Gedung E lantai 7, Komplek Kemendikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta atau melalui email ke alamat: progevpaud@kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 25 Agustus 2017.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap
Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/ atau http://paud.kemdikbud.go.id